Selasa, 10 Desember 2013

Pramuka HS : Banyaak Belajarnya

Sejak Oktober lalu, anak-anak mengikuti kegiatan Pramuka Homeschooling yang digagas oleh keluarga-keluarga HS yang ada di Bandung. Pramuka dari yang saya dengar dan baca mengedukasi anak tentang banyak hal, terutama kaitannya dengan life skill. Hal inilah yang mendorong kami mengenalkan Pramuka pada anak-anak. Ternyata, keinginan tersebut menemui banyak kendala.

Kesulitan pertama yang kami hadapi adalah mencari pembina Pramuka yang waktunya cocok dengan kami. Selanjutnya, muncul ketidakcocokan dengan sang kaka pembina. Penyebabnya kurang dipahaminya orientasi kami oleh sang kaka pembina. Masalah selanjutnya adalah tempat untuk latihan. Karena jarak yang berjauhan, kami berusaha mencari tempat yang nyaman dan bisa menerima kegiatan kami.
Namun, kendala-kendala tersebut tidak lantas membuat kami menyerah. Tekad untuk melakukan yang terbaik bagi anak-anak kami membuat kami banyak belajar melalui kegiatan ini.

Kegiatan ini diorientasikan sebagai ajang bersilaturahmi yang tidak kami sia2kan. Berbagai ide tentang muatan kegiatan pun kami coba ramu. Sehingga, kegiatan Pramuka ini menjadi kegiatan plus-plus. Karena selain materi Kepramukaan, ada juga materi tentang Lingkungan Hidup, Craft, Sains, Hobi, bahkan materi Keagamaan. Semuanya kami ramu sebisa mungkin agar dinikmati bersama oleh semua keluarga.


Alhamdulillah berbagai upaya kami, berbuah antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat betul dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Semoga, bisa menjadi stimulus agar anak-anak mampu menjadi pembelajar sepanjang hayatnya.

Kamis, 12 September 2013

Menabung Untuk Qurban

Setiap ada kesempatan untuk melakukan ibadah qurban, -tidak seperti kebanyakan orang- kami tidak pernah menisbatkan nama anak-anak kami sebagai qurbani. Hal ini cukup berdampak positif. Sejak dua tahun lalu, Bani mengutarakan ingin melaksanakan ibadah qurban. Motif awalnya karna ingin namanya terpampang dalam daftar qurbani seperti nama teman-temannya.

Keinginan tersebut memberi peluang bagi kami untuk memberikan pemahaman tentang ibadah qurban kepada anak-anak. Dan pemahaman tersebut ternyata semakin meneguhkan keinginan mereka untuk berqurban. Maka mulailah Bani menyisihkan uang jajannya 1000 rupiah setiap hari untuk celengan qurban. Dia pun mengajak serta adiknya. Targetnya mereka ingin berqurban di tahun ini.

Karena tidak setiap hari mereka diberi uang jajan, tentu saja celengannya pun tidak setiap hari terisi. Kini tabungan mereka hampir mencapai 2 juta rupiah. Jumlah uang yang tidak akan cukup untuk qurban berdua. Maka ayah pun berjanji akan berusaha menambah kekurangannya, walaupun jumlahnya cukup banyak.

Mudah2an keinginan anak-anak tercapai dan menjadi jalan bagi kesholehan mereka. Aamien.

Jumat, 06 September 2013

Dinamisasi Jadwal

Sebagai turunan dari program yang telah kami buat. Kami pun menyusun jadwal kegiatan harian. Jadwal awalnya dibuat dengan rinci dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Tuntutan utama dari tersusunnya jadwal adalah konsistensi diri, yang masih sulit untuk dibangun.

Kondisi-kondisi yang tidak tercover dalam jadwal seringkali menyebabkan melonggarnya kepatuhan terhadap jadwal yang telah disusun. Kondisi itu seperti: jadwal pengajian umi yang insidental, ayah yang libur, si kecil sakit, umi yang tidak enak badan, dan sebagainya. Hal ini berdampak negatif pada pembentukan konsistensi pada diri anak. Mereka menjadi seenaknya membuat jadwal dan seenaknya pula melanggar jadwal yang telah mereka susun.

Kondisi tersebut memberikan pelajaran berarti bagi kami untuk dinamis dalam menyusun jadwal kegiatan. Bagi kami jadwal kegiatan tetap penting sebagai panduan kegiatan sehari-hari. Namun, penyusunannna dibuat fleksibel dan tidak kaku. Sehingga saat terjadi kondisi-kondisi yang tidak diprediksi sebelumnya, kami tidak kesulitan untuk menyesuaikan diri. Oleh karena itu, jangan heran jika seminggu sekali kami akan merubah jadwal aktifitas kami. Karena manusia sebagai makhluk yang dinamis perlu terus berkembang dan berubah. Insya Allah semuanya adalah bagian dari proses belajar kami untuk memahami, mengasuh, dan membimbing mereka menjadi pribadi yang taqwa. Aamien.

Kamis, 05 September 2013

Program Baru Homeschooling

Selesai Libur Lebaran kemarin, saatnya anak-anak mulai melakukan kembali aktifitas yang terstruktur. Setelah sebelumnya mereka melakukan eksplorasi mandiri tanpa jadwal. Meskipun demikian, kegiatan membaca, menghafal, dan mengkaji al-Qur'an tetap dilakukan. Karena bagi kami kegiatan ini adalah kegiatan wajib yang tidak ada hari liburnya.

Program baru pun kami buat sebagai bahan acuan kami menjalankan aktifitas sehari-hari bersama anak-anak. Program yang kami susun memiliki prioritas pada pembentukan akhlaq mahmudah. Adapun kegiatan yang bersifat akademik menjadi prioritas selanjutnya.

Program baru tersebut kami susun dengan rincian sebagai berikut,
PROGRAM
KEGIATAN
WAKTU
BENTUK KEGIATAN
Sahabat AL-QUR'AN
Tilawah bersama
Ba'da Shubuh
Membaca al-Qur'an bersama-sama secara bergiliran
Terjemah dan tafsir
Ba'da tilawah
Membacakan terjemah ayat yang telah dibaca dan menggali nilai-nilai ruhiyah di dalamnya
Hafalan Qur'an
Ba'da Ashar
Menghafalkan ayat-ayat al-Qur'an minimal satu ayat perhari
Muqimush Shalat
Shalat berjama'ah
Seminggu sekali
Shalat maghrib berjama'ah di rumah setiap hari ahad yang dilanjutkan dengan review kegiatan mingguan.
Kemandirian dan Pengendalian Emosi
Buku Bintang
Sebelum tidur
Melatih dua jenis keterampilan (life skill) tiap minggunya.
Kalimat Positif

Menempelkan kalimat-kalimat positif sebagai motivator dalam beramal shalih bagi seluruh anggota keluarga
Eksplorasi Minat
Kegiatan bersama
Jam 07.30-10.00
Kegiatan terstruktur yang dilakukan bersama orangtua, seperti: Percobaan sains, game matematika, wisata edukasi, craft, bedah buku dsb

Kegiatan Mandiri
Jam 13.00-14.00
Kegiatan yang dilakukan secara mandiri tergantung minat masing-masing anak.
Pengenalan Bahasa Asing
Hari Bahasa
Rabu dan Kamis
Rabu: Bahasa Arab, dan Kamis: Bahasa Inggris


Selasa, 14 Mei 2013

Mengevaluasi Gaya Pengasuhan dari "Anyang-anyangan"


Anyang-anyangan (bahasa sunda) adalah kegiatan bermain peran (role playing) yang biasa dilakukan anak-anak kami di rumah. Permainan ini terutama sering dilakukan oleh anak-anak perempuan, meskipun sang kakak yang laki-laki pun tak jarang ikut terlibat. Dalam permainan ini biasanya mereka berbagai peran, ada yang menjadi orangtua, kakak, adik, atau tetangga. Mereka pun biasanya menentukan tema permainan. Kadangkala temanya di dalam rumah, tema rekreasi, pergi ke dokter, berbelanja, sampai tema perang-perangan.

Kegiatan ini mereka lakukan secara spontan. Tanpa ada instruksi atau arahan dari orang dewasa. Pembagian peran pun mereka lakukan secara proporsional. Saya seringkali sengaja memperhatikan pola permainan mereka dan ternyata banyak hal menarik yang bisa digali di dalamnya.
Saat memperhatikan mereka bermain, saya serasa diajak untuk mendalami hal-hal yang telah mereka pelajari selama ini dari lingkungan sekitarnya. Dan ini merupakan bagian penting dari yang disebut sosialisasi. Saya kemudian merefleksikan apa yang mereka perankan dengan pengalaman yang telah mereka terima. Akhirnya saya pun dapat mengevaluasi berbagai hal.

Salah satunya, saat mereka memerankan tema orangtua dan anak. Saya akhirnya merelefkesikan apa yang mereka perankan, adalah pengalaman yang mereka dapatkan dari kita sebagai orangtuanya. Bagaimana cara mereka berkomunikasi, cara mereka bertindak merupakan refleksi dari pengalaman yang mereka terima dari kami sebagai orangtuanya. Dari sana, saya pun diajak anak-anak untuk mengevaluasi pola pengasuhan selama ini. Kecenderungan lebih banyak mengkritik, mendikte, dan mengatur anak-anak merupakan salah satu poin penting bagi kami yang harus mulai dirubah.

Hal lainnya, saya pun semakin meyakini bahwa proses sosialisasi yang terpenting terdapat di rumah tangga. Karena di sinilah anak akan belajar banyak hal tentang bagaimana cara berkomunikasi, bergaul, dan bertindak yang sesuai dengan norma masyarakat yang bersendikan agama. Wallahu 'alam

#ODOPfor99days
#day47
#repost

Rabu, 01 Mei 2013

Klub Kecil : Tempat Kami Belajar Bersama

Semenjak memutuskan HS, saya menjadi rutin membuka internet terutama Facebook sebagai media sosial yang akrab dengan saya. Melalui Facebook saya pun dipertemukan Allah dengan keluarga-keluarga HS lain. Banyak yang sudah saya kenal, namun belum ada yang terasa cocok di hati untuk diajak bertemu langsung dan kopdar. Hingga akhirnya saya berkenalan dengan seorang ibu bernama Lia Barra.

Domisili di Bandung dan entah mengapa merasa cocok dengan Beliau, kami pun berjanji untuk bertemu. Beberapa kali mengagendakan, namun selalu batal dengan berbagai kondisi. Hingga akhirnya kami dipertemukan di Mesjid Salman ITB pada Pebruari lalu. Sharing banyak hal dengan beliau tentang menjalani HS menambah energi baru untuk saya menjalani keputusan ini. Kami pun bersepakat bahwa memang diperlukan pertemuan rutin antar keluarga HS terutama para ibu sebagai pelaku utama HS guna saling menguatkan.

Melalui rahmat Allah, akhirnya harapan kami tersebut mulai mendapat titik terang setelah kami bertemu dengan dua ibu HS lainnya, yaitu teh Maya Pujiati dan teh Eva Zakiyah. Pada pertemuan perdana tersebut kami pun menyepakati beberapa hal, di antaranya kami akan melakukan pertemuan rutin bulanan yang ditujukan untuk memberi kesempatan anak-anak belajar bersama. Tutor dan materi bersumber dari para orangtua dengan kapabiitas mereka masing2. Sedangkan untuk diskusi para orangtua untuk sharing dan saling menguatkan akan dilakukan secara online.

Berdasarkan inisiatif teh Maya Pujiati sebagai senior kami dalam HS, kami pun menamai grup kami dengan Klub Kecil yang merupakan singkatan dari Keluarga Pecinta Ilmu. Kami pun mengajak dua ibu HS lainnya, ada teh Deasy Puspawati dan teh Cynthia Heryadi. Kedua2nya bukan asli sunda, sehingga bahasa komunikasi kami yang awalnya menggunakan bahasa sunda harus berubah menjadi Bahasa republik.

Alhamdulillah, silaturahmi yang dijanjikan Allah akan membuka pintu rezeki ini penuh barokah bagi kami. Hingga hari ini sudah dua kali pertemuan Klub Kecil digelar. Yang pertama dilaksanakan di Taman Lansia dan yang kedua di rumah teh Lia Barra.Kedua-duanya memberikan kesan yang mendalam bagi kami. Kami menjadi semakin kuat dengan pilihan kami, karena tidak merasa sendiri. Kami pun memiliki kesempatan yang besar untuk berdiskusi dan berbagi tentang keseharian menjalani HS. Barokah lain dirasakan oleh anak-anak kami yang mendapatkan teman baru yang memiliki idealisme yang sama dalam menjalani proses belajar. Hubungan persahabatan yang terjalin bukan hanya persahabatan antar orangtua, atau hanya antar anak-anak. tapi, persahabatan yang terikat adalah persabahatan antar keluarga.





Semoga kami mampu tetap istiqomah dalam menjalani keputusan kami demi pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kami, juga semoga silaturahmi kami pun tetap istiqomah dalam ridlo-Nya agar keberkahannya terus mengalir dan selalu bertambah. Aamien..

Belajar Blogging Untuk Homeschooling

Memutuskan Homeshooling (HS) membuat kami menyelami dunia baru. Dunia yang penuh tantangan dan pengalaman baru. Hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sebagai subjek belajar, namun termasuk kami sebagai orangtua. Karena proses belajar dalam HS tidak hanya menuntut anak saja yang belajar. Tapi juga menarik para orangtua untuk mau belajar dan terus menggali pengalaman-pengalaman baru. Hal inilah yang semakin hari membuat saya semakin nyaman dengan pilihan HS.
Di antara hal baru yang kami jalani, adalah rutinitas membuka internet. Mulai dari berjejaring dengan sesama pelaku HS, mencari bahan belajar untuk anak-anak, serta memperkaya khazanah keilmuan kami agar tidak tertinggal dari anak-anak kami. Terakhir kami mendapat wawasan baru tentang cara efektif menyimpan portofolio belajar anak-anak melalui Blog. Makhluk asing yang belum pernah saya pribadi menyentuhnya selama ini.
Blog memang bukan kata asing di telinga kami, selama ini kami sering mendengar juga membuka blog-blog pribadi milik teman atau kenalan. Namun, membuat blog sendiri adalah sesuatu yang belum pernah terbayang selama ini. Selain karena merasa kesulitan membagi waktu dengan aktifitas sehari-hari, minimnya pengetahuan saya tentang makhluk asing tersebut membuat hal itu tidak pernah terbersit sedikit pun dalam hati kami. Namun menyimak dan memperhatikan uraian beberapa orang teman -yang sebagian besar hanya bertemu di dunia maya- nampaknya kami harus mulai melirik makhluk asing ini. Maka dengan segala ketidak tahuan, kami pun mulai mencari tahu tentang cara membuat blog.

Tawaran dari Pak Aar saat mengikuti Webinar HS untuk ikut dalam Tutorial membuat blog sangat menggiurkan. Namun dengan berbagai kendala terutama budget keluarga yang harus dibagi-bagi, membuat saya menunda pendaftaran. Saya pun mencoba mengutarakan keinginan belajar blog di Klub Kecil. Alhamdulillah teh Maya sebagai senior kami di Klub Kecil menyambut baik. Beliau kemudian memberikan tutorial gratis dalam bentuk PDF bagi kami.

Ilmu tersebut sangat berguna bagi kami, untuk mulai dengan percaya diri mendaftar dan membuat blog. Dan mulai menuliskan pengalaman-pengalaman kami belajar bersama anak-anak. Ternyata, 'bermain' dengan blog memang mengasyikkan, kini semakin besar kepenasaranan kami untuk belajar lebih banyak tentang blog. Terutama kami ingin sekali mengefektifkan blog kami sebagai portofolio belajar anak-anak. Ada begitu banyak pertanyaan tentang bagaimana 'bermain-main' dengan blog yang sudah kami miliki sekarang. Mulai dari bagaimana agar bisa menampilkan ilustrasi yang menarik, bagaimana cara mengolah foto dan video, serta bagaimana membuat blog kami menjadi menarik, efektif, dan bermanfaat bagi semua.

Makanya, saat mba Lala melalui Digital Mommie menawarkan tutorial gratis, tentu kami sambut dengan baik. Kegiatan yang ditawarkan mba Lala adalah Workshop Online Belajar Blog. Artinya kami tidak harus beranjak dari tempat kami, dan cukup menyiapkan komputer serta koneksi internet...PRAKTIS! Selama ini, kami mengunduh beberapa video tutorial yang ditawarkan secara gratis oleh Digital Mommie. Namun, kalau ada tutorial komplitnya kenapa tidak? Semoga kegiatan ini barokah..Aamien.

<center><a href="http://im.digitalmommie.com/workshop-online-membuat-blog-berbasis-blogger/"><img class="aligncenter" alt="DMbannerGiveaway" src="http://im.digitalmommie.com/wp-content/uploads/2013/04/DMbannerGiveaway.jpg" width="400" height="85" /></a></center>